Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 April 2014

[TIPS] Membangun Karakter Tokoh Yang Kuat

Biasanya sebuah cerita akan tinggal lama dalam memori pembacanya menurut saya  karena dua hal:
Pertama, konflik yang dibangun dalam cerita tersebut membuat pembaca terkesan.
Kedua, karena karakter tokoh yang ditampilkan oleh penulis sangat kuat dan nyata. Seolah-olah pembaca bisa melihat nyata tokoh yang ada dalam cerita tersebut.
Saya melihat contoh karakter yang kuat dalam novel-novel Mba Sinta Yudisia, Mba Ifa Avianty dan Tere Liye.

Ah, mungkin masih banyak contoh yang lain ya. Referensi saya tentu sangat terbatas.

Lalu, bagaimana membangun karakter yang kuat dalam sebuah cerita?
Bagaimana agar tokoh yang kita tulis tidak terkesan tempelan semata. Setidaknya ada beberapa cara yang biasanya saya gunakan:


1. Saya akan membayangkan berbagai karakter yang ada di sekitar saya. Mengambilnya beberapa, mencari yang cocok untuk saya tuliskan. Dengan cara ini, pembaca akan bisa merasakan pula bahwa tokoh itu nyata adanya.


2. Saya akan menuliskan sebuah daftar berisi hal-hal spesifik tentang  tokoh itu. Misal, si Alina (anggap saja namanya begitu ya), adalah gadis berprestasi, perfeksionis, cenderung suka menyendiri. Suka melamun dan berkhayal, tak suka pesta, suka warna biru, suka membaca cerita roman, dan seterusnya. Ciri fisik: tinggi/berat, rambut panjang, kulit putih, ada tahi lalat di pipi kanan, dan seterusnya.


3. Untuk menulis novel, agar karakter itu semakin melekat kuat, saya akan mencari gambaran fisik yang cocok dengan karakter yang saya inginkan. Tujuannya agar bayangan tokoh itu benar-benar melekat kuat dalam bayangan saya. Seperti ini contohnya:



Sumber gambar: ac2m.com

Kalo gambaran tokohnya seperti ini, kira-kira bagaimana karakternya menurutmu?
Selamat mencoba ya. Sekali lagi, ini kiat ala saya. Bisa berhasil untuk orang lain, namun bisa juga tidak :) 







 Disadur dari : http://nurulasmayani.blogspot.com/2011/06/membangun-karakter-tokoh-yang-kuat.html 

Jumat, 11 April 2014

[TIPS] Tentang Seting

Seting adalah sebuah tempat atau suatu masa tertentu, dimana sebuah kisah terjadi. Misalnya, saat ini saya berada di Jepang. Maka setingnya adalah Jepang, 2011. Kita bisa mengatakan itu dengan gamblang dan singkat. Namun, ada baiknya seting itu kita tunjukkan pada pembaca. Show don't tell. Menjadi begini, misalnya. Sakura sudah usai berbunga. Kini bunga itu berserakan, melayang riang dicandai angin. Dramatis. Dari uraian ini, pembaca bisa menyimpulkan bahwa tokoh sedang berada di negeri sakura.
    
 Apakah seting itu penting dalam sebuah tulisan?
 Ayo, siapa yang mengatakan seting tidak penting?
     
Secara sederhana, pentingnya seting bisa diungkapkan dalam rumus :  
Seting = Tokoh = Plot
Dari tempat, terbentuklah tokoh, dari motif yang dimiliki tokoh bisa muncul sebuah plot.
     
Jadi...sudah menentukan seting cerita dalam tulisanmu?
  Anggaplah kastil ini menjadi seting tulisanmu
Tulisan seperti apa yang akan lahir dari seting ini? 
Coba yuk...

Rabu, 09 April 2014

[TIPS] Sumber Ide untuk Menulis

Dari manakah ide sebuah tulisan itu datang? Mungkin masing-masing penulis mempunyai jawaban yang berbeda. Namun, sebagian besar penulis ternama menyimpulkan, sumber terbaik sebuah tulisan adalah pengalaman. Pengalaman di sini tidak harus selalu pengalaman pribadi. Kita juga bisa mengambilnya dari pengalaman orang lain.
Nikolai Gogol ketika menulis karyanya yang terkenal "Overcoat", menuliskan kisah ini berdasarkan sebuah lelucon yang didengarnya pada sebuah jamuan makan malam. Tentang pengalaman seorang lelaki yang sudah bertahun-tahun menabung untuk membeli senjata. Ketika senjata itu berhasil dibeli, langsung hilang dicuri orang. 
Hmm...sesuatu yang sederhana ya. Karena itu, seorang yang punya keinginan menjadi penulis, WAJIB merekam seluruh pengalaman dan pengetahuannya. Tulis apa yang didengar, dirasakan, dialami. Siapa tahu, suatu saat rekaman catatan itu kita perlukan saat menulis sebuah karya.
Pengalaman itu darimana saja asalnya? 
  1. Yuk, coba gali dari masa kecil. Nah, ini contohnya banyak kan? Misal pengalaman Andrea Hirata di masa kecil menjadi Tetralogi Laskar Pelangi. 
  2. Carilah dari sejarah kehidupan masa lalu.  
  3. Carilah dari buku atau bahan bacaan yang kita baca. Karena itu, seorang penulis haruslah menjadi orang yang gila membaca apa saja, selagi itu bermanfaat dan membawa pengetahuan baru.
Nah...yuk berlatih sama-sama. Sekarang nggak boleh lagi ada alasan mati ide :)

Menemukan ide baru, ketika melihat foto ini? 
Yuk...silahkan ditulis
    
 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates